*mikir*

aku kehilangan kata2 untuk mendeskripsikan siapa bunda Helvy. Sejak pertama "kenal" (tepatnya tau siapa bunda), aku langsung pergi ke toko buku Gramedia untuk mencari hasil karya bunda Helvy.
Jujur, hingga saat ini sebenarnya tidak lengkap koleksiku. Maklum, anggaran dana untuk membeli buku2 a.k.a
window shopping ke toko buku dipotong hingga 75% sejak tahun 2004. Tapi kalau pinjam2 sih, selalu...hehehehehe

Karya2 bunda tuh gampang dicerna (kayak makanan ajah!) dan gak membosankan meski dibaca berulang kali.
Forum Lingkar Pena pun aku tau merupakan gagasan bunda yang mewadahi penulis pemula ataupun mahir se-Indonesia. Kalau bisa se-dunia! Ya kan buktinya FLP ada di Jepang juga kan?
Bunda Helvy adalah sosok bunda yang romantis tetapi juga kritis. Aku susah menjelaskannya.

Yaaa..Pokoknya seperti itulah!
Tak banyak yang mau aku ceritakan soal bunda. Mungkin karena aku belum pernah bertemu langsung dengannya. (Belum????

) Kalo sama adiknya, mbak Asma sih udah. Tapi mungkin mbak Asma lupa juga sama aku. Hehehehehe...
Harapanku, aku bisa bertemu dengan bunda Helvy, berguru langsung padanya soal dunia kepenulisan, dan menjadi murid setianya. (Maksudnya???

)