An's posts with tag: doa
Iya, kalau FPI mendukung hal-hal yang justru diharamkan Islam.... (wakakakakak, pada terpengaruh sama judul, yak???  ) Tapi kenyataannya kan gak?????? Akan diam sajakah kita bila: 1. Perzinahan di mana-mana 2. Korupsi semakin mengganas 3. Pemimpin kita tidak bisa tegas 4. Islam dilecehkan 5. Kejahatan semakin tidak terbendung...Halooooooo, yang ngaku umat Islam!!!!!! Contohlah Habib Rizieq!!! Beliau benar2 berani maju di garis depan untuk menentang segala bentuk maksiat pada Allah, lalu di garis manakah kita? Habib Rizieq adalah contol frontal yang mengingatkan aku pada sayyidina Umar bin Khaththab... Tegas, berani, tanpa tedeng aling2, gak lembek pada musuh Islam.... Contoh kasus yang aku alami sendiri: Ketika di daerah rumahku ada sekelompok pemabuk yang rusuh, ketua RT dan RW hanya mesem gak jelas  . Sementara penduduk udah rata2 sepuh...Suamiku sudah kehilangan cara untuk menegur secara sopan hingga akhirnya menutup tempat dagangnya karena sering ditongkrongin (pagi hari, saat hendak dagang, di laci tempat menyimpan uangpun selalu ditemukan berisi botol2 minuman keras.....   ) Tapi Allah memang Maha Adil... Gak lama, pimpinannya / gembongnya meninggal mengenaskan dan terhina: hatinya membusuk,muntah darah, dan dilarikan ke rumah sakit dengan truk butut, tapi gak selamat. Ketika meninggal nyaris gak ada yang mau menyolatkan dan bertakziah. Ketika hendak dimakamkan, kuasa Allah bicara.... Bumi tak mau menerimanya. Liang lahatnya tidak muat meski sudah 3x dibongkar. Akhirnya, kaki mayit terpaksa dipatahkan..  Na'udzubillah....Itu terjadi di hari terakhir Ramadhan, 3 tahun yang lalu... Itu hanya contoh kecil betapa sebenarnya kita lemah menghadapi kemaksiatan.... Beranikah kita mencotoh Habib Rizieq.... Jikalau FPI khilaf, ya mohon dimaafkan. Jikalau anggotanya yang salah, maafkanlah. Allah saja Maha Pemaaf, masa kita yang dhoif ini mau sok belagu menghukum orang tanpa tabayyun???? Kenapa malah AKKBB yang jelas2 nyeleneh dan menentang Islam yang lurus itu yang dibela???? Aneh!!! Pemerintah??? Mana nih nyalinya untuk membubarkan Ahmadiyah???Kok diem ajah??? Ya Allah, tunjukkan cahaya cintaMu... (aku bukan anggota dan pendukung FPI, tetapi sekedar mengingatkan diri sendiri...) --------capek ah-------
Aku bukan orang yang mendalami agama sendiri secara benar (masih bandel  ) dan oleh karena itulah aku merasa mesti banyak belajar tentang hikmah2 yang aku dapatkan di setiap masalah atau hal2 yang aku hadapi setiap hari. Masalah yang paling klasik: rezeki. Yang aku tau hanyalah bahwa tahap pemberian rezeki dari Allah itu ada 3: 1. Langsung dikabulkan 2. Ditunda 3. Ditangguhkan hingga saat di pengadilan Allah nanti. Bener gak ya? Nah, beberapa kali aku mengalami yang nomer 1 dan 2. Ngerasain bangeeetttt... Tapi lebih sering sih yang nomer 2. Mungkin Allah hendak menguji tingkat kesabaran seorang An yang super slebor...  Contohnya: ingin menikah di usia 20, dikasihnya usia 23. Ingin punya anak segera, dikasihnya usia 25. Ingin segera dapat kerja setelah resign 2003, dapat lagi 2007. Dan banyak hal2 kecil lainnya. Seperti dari jaman sekolah ingin punya 1 set mukena untuk travelling, baru dapetnya 10 tahun kemudian! Doa yang paling berkesan adalah: ingin punya suami  keturunan Cina yang bisa bikin makanan dan beda usianya diatas 10 tahun.... Dikabulkan lho!!!! Dan ketika aku mendapatkan satu paket CD DEBU lengkap dengan tanda tangan mereka... Itu adalah doaku selama 4 tahun! Subhanallah walhamdulillah!!!!!   Terima kasih ya Alah atas segala bentuk  Mu yang sungguh menakjubkan... Biarkan aku terus merasakan kasih sayangMu yang tanpa batas ini... Allah, sungguh tak pernah aku menyangka kasihMu yang luas ini... Hmm.... kira2 apalagi ya doaku yang belum terwujud??? *mikir* Ah, biarlah itu menjadi rahasia Allah yang maha indah....
Sungguh, Allah Maha Segalanya. Mengatur dengan sangat indah segala rencanaNya. Cerita pagi ini begitu indah... ======= Jam yang kulihat di terminal Depok menunjukkan 05.24 WIB. Aku bergegas menaiki angkot 04 jurusan Depok TImur-Pasar Minggu. Masih kosong. Tepat di belakangku seorang ibu yang kutaksir usianya sekitar 65 tahun keatas. Beliau duduk di sebelahku. "Ini ke Pasar Minggu kan, neng?" tanyanya tiba-tiba. Aku mengangguk. Kemudian, ibu itu langsung membuka percakapan. Mengalir begitu cepat. Apakah terbayang yang pertama kali beliau ceritakan? Tepatnya, beliau kritik? JILBABKU!  Halah... Jadi gini, biasanya aku pakai jilbab itu kan yang model instant dan so pasti menutupi jilbab dong. Tapi hari ini aku pakai jilbab segi empat dan dengan model Inneke Koesheawaty (bayangin ajah sendiri!). Si ibu (aku kurang dengar ia menyebut namanya. Asri? Asih? Asti? ) mengkritik gaya berjilbabku. AKu mesem. "Maaf lho, neng. Si nenek ini mah cuma kasih tau ajah. Didengerin sukur, enggak ya udah." Duh, telak deh!  "Sebagai sesama mukmin kita harus saling mengingatkan ya? Sudah bagus kok neng mau berjilbab. Tapi tolong diubah modelnya. Kasian kan mama?" Aku mengangguk lemah. Akku menceritakan bahwa mama sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Ada kisah unik yang beliau ceritakan padaku: "Saya sedang mengantri daftar di RSPP, ada seorang ibu dan anak perempuannya. Si ibu berjilbab sementara si anak 'telanjang' alias berpakaian minim sekali. Ketika nama si ibu dipanggil, si anak yagn maju. Karena meja registrasi cukup tinggi, maka terlihatlah pinggul dan pinggang si anak dengan jelas. Saya bergegas kenghampiri seorang cleaning service dan berbisik,'Kamu saya kasih rokok sebungkus kalau mau sentuh pinggang perempuan itu' . Awalnya si claning service ogah, tapi saya paksa. Kemudian ketika si clanign service mendekat dan hendak menyentuh anak itu, si anak perempuan itu marah. Saya bilang, 'Jangan marah! Kan apa-apa yang terlihat boleh dipegang!' Ibunya si perempuan itu lari karena malu." Si ibu tergelak saat cerita. Aku geleng-geleng kepala karena kenekatannya. Beliau bertanya, "Coba tebak, saya sakit apa?" Aku menggeleng sambil nyengir. "Saya sakit kanker ganas lho! Nih, dua-duanya sudah diangkat," sambil menunjuk ke arah dadanya.  Aku kaget 1/2 mati. Kanker Payudara? Ya Rabb! Sakit seperti itu tapi mau ke RSPP sendirian?????? Seolah mengerti apa ayng kupikirkan, "Si nenek ini gak mau dianter2anter. Gak mau ngerepotin orang. Waktu lagi dirawat ajah, baru selesai operasi udah jalan ke wc sendirian. Suster sama doketer sampe stress (si ibu terkekeh). 'Ibu, koks endirian? Kan ibu baru operasi besar!' Hehehe, protes. Biarin, masih bisa jalan sendiri kok!" Aku tergelak. Walaaaahhhhh..... "Ibu gak pernah minum obat yang dokter kasih dari RSPP. Kenapa? Obat itu racun kan? Ibu hanya minum air putih berisi doa ayat Kursi dan al-Ma'tsurat.Obatnya di kemanain? Ibu kasih ke pasien lain yang membutuhkan obat2 mahal itu." Aku tercenung. Waduh, subhanallah! "Kapan ibu operasi?" tanyaku penuh minat. "Tahun 86. Udah lama kan? Gak keliatan sakit ya?Hehehehe..." Ya Allah, aku masih te-ka!  "Ibu pasien luar di RSPP? Atau dulu karyawan Pertamina?" "Dulu ya, karyawan Pertamina di By Pass." "Oh ya? Kapan ibu pensiun?" "Tahun 95." "Mama saya MPP tahun 98, kemudian meninggal." "Nah, sudah membalas jasa mama belum?" Aku menggeleng lemah. "Kalau begitu, ini pesan si nenek tua nih: hidup kita sebagai seorang muslimah ada tiga, neng. Inget ya? Kita sebagai istri, kita sebagai ibu, dan kita sebagai muslimah." Aku menangguk sambil tersenyum mantap. "Hafal ayat Kursi?" tanya ibu sambil mendelik lucu. "Iya dong, Bu!" "Bagus. Kirain gak hafal (walah!).... Ingat, baca ayat Kursi setiap mau naik angkot 3x dalam satu nafas. Setiap mau tidur, dan setiap mau masuk ruangan kantor. Ingat itu, neng!" Aku menahan nafas. Oke, aku catat dalam hatiku. Nasihat yang kudu diingat. "Mau ke mana?" "Kerja bu." "Di mana?" "Di Dukuh Atas." "Kerja yang bener ya? Ngelewatin Hotel Indonesia? Eh, gak ya? Duh, HI itu dulu kebanggaan kita lho! Kan banyak sejarahnya. Oh iya, sudah punya anak? Berapa?" "Sudah bu. Dua." "Didiklah yang benar ya? Jangan sekali-kali bilang kata JANGAN. Dekati dia dan nasihati baik2. Mendidik anak itu gak gampang lho. Ingat, anak bukan jajahan kita. Mereka titipan Allah. Apa hak kita larang2 kalau mereka mau belajar? Tetapi kalau salah, dinasehati. Eh, neng gak usah bingung. Atau malah dalam hati ngomong, 'mimpi apa ya semalam ketemu nenek2 bawel'?" Beliau terkekeh. "Gak bu, malah saya terima kasih dinasehati seperti ini. Bermanfaat," aku tersenyum. "Satu hal lagi nih. Inget ya, direnungi, diamalkan. Ada tiga hal pesan si nenek tua nih sama neng: JUJUR, DISIPLIN, dan TANGGUNG JAWAB. Jangan lupa itu ya? Salah satu gak ada ya sama aja bohong. Eh ya ketinggalan, SABAR. Bersabar dalam menghadapi segala cobaan. Inget lho, tingkat keimanan seseorang itu ada tujuh. Setiap kita mau naik tingkat, pasti ada cobaannya. Tapi pasti ada jalan! Percaya sama nenek tua ini! Jangan pernah takut." Beliau tersenyum kepadaku dengan tatapan yang sungguh menenangkan. "Terima kasih bu atas nasihatnya." "Turun di mana? Komplek ya? Ibu naik 614 nih! Neng naik apa?" "Saya naik 640 bu. Kita turun bareng." ===== Setelah turun, kami berpisah. Si ibu kebelet mau nyari wc, sementara aku bergegas mengejar 640. Nyesel gak minta  nomer teleponnya. Nyesel gak ngasih kartu nama. Nyesel gak tunggu beliau sampe selesai menuntaskan hajatnya. Yah, An! Nyesel mah belakangan!  Tapi aku sungguh berterima kasih pada Allah yang menitipkan  cintaNya melalui ibu tadi. Sebenarnya sih ceritanya panjang dan penuh ngalor ngidul... Tapi poin2 di atas sungguh membekas... Semoga bermanfaat buat yang baca.... 
Ada yang bilang bahwa aku pengecut dan penakut karena sering ngomongin kematian. WHAT???  Eh, gak salah tuh yang ngomong? Sori menyori lah jreng! Aku sama sekali gak takut mati, tapi justru itu sebagai bahan pengingatku bahwa kematian bisa menjemputku kapan ajah. Lihat dibawah ini: ==== Ketahuilah wahai penguasa dunia, bahwa manusia itu terdiri dari dua golongan: satu golongan yang memandang perkara dunia dan berangan-angan memiliki umur panjang. Golongan kedua adalah golongan orang-orang berakal yang menjadikan kematian sebagai cermin untuk melihat kemana tempat mereka kembali, bagaimana keluar dari dunia dengan keimanan yang tetap selamat. Mereka juga memikirkan apa yang akan mereka bawa dari dunia untuk bekal alam kubur mereka. Mereka juga memikirkan apa yang akan mereka tinggalkan untuk musuh-musuh mereka bencana dan siksaan. Pemikiran ini wajib dimiliki oleh manusia, lebih-lebih lagi bagi para penguasa dan pemilik dunia, karena mereka paling banyak membuat cemas hati manusia. Mereka memberikan budak-budak mereka kepada orang lain dengan cara yang jahat. Mereka membuat khawatir manusia dan membuat takut hati manusia. Sesungguhnya disisi Allah SWT terdapat seorang pengawal yang namanya Izra'il. Tidak ada tempat sembunyi bagi siapapun bagi kedatangannya. Semua pembantu kerajaan meminta upah berupa emas, perak, dan makanan, sedangkan pembantu yang ini (Izra'il) tidak meminta upah kecuali nyawa. Semua wakil Sultan memerlukan syafaat, sedangkan wakil ini (Izra'il) tidak memerlukan syafaat. Semua wakil suka menangguh-nangguhkan tugasnya mungkin sehari, semalam, atau sejam, sedangkan wakil ini tidak pernah menangguhkan tugasnya satu hembusan nafaspun. Ketahuilah, bahwa orang-orang yang lalai dan tertipu tidak suka mendengarkan cerita-cerita tentang kematian karena mereka tidak ingin kehilangan perasaan cinta dunia dan kelezatan makanan dan minuman mereka . Terdapat sebuah riwayat yang menyatakan bahwa orang yang banyak mengingat mati dan gelapnya liang lahat, maka kuburnya seperti salah satu taman dari taman-taman surga. Sedangkan orang yang melupakan kematian dan lalai dari mengingatnya, maka kuburnya seperti salah satu jurang dari jurang-jurang neraka. Pada suatu hari Rasulullah sedang membahas pahala orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang terbunuh dalam medan perang melawan orang-orang kafir. Kemudian Aisyah berkata, "Wahai Rasulullah, apakah pahala mati syahid akan diperoleh oleh orang-orang yang tidak mati syahid?" Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang mengingat kematian dua puluh kali setiap hari, maka paha dan derajatnya sama dengan orang-orang yang mati syahid." Rasulullah SAW bersabda, "Perbanyaklah mengingat mati karena hal itu akan menghapus dosa dan menghilangkan perasaan cinta dunia dalam hatimu." Rasulullah SAW pernah ditanya, "Siapakah manusia yang paling berakal dan paling bijaksana?" Rasulullah SAW menjawab, "Orang yang paling berakal adalah orang yang paling banyak mengingat kematian. Sementara orang yang paling bijaksana adalah orang yang paling baik persiapannya. Dia akan mendapat kemuliaan di dunia dan akhirat." Siapa saja yang mengenal dunia sebagaimana yang telah kami uraikan dan senantiasa mengingat kematian dalam hatinya, maka urusan dunianya akan menjadi mudah. Hal itu juga akan menguatkan fondasi keimanannya, menumbuhkan dan menambahkan keimanan dalam hatinya, serta menumbuhkan cabang pohon keimanan yang ada padanya. Dia akan menemui Allah dengan keimanan yang kokoh. Allah Yang Maha Sempurna Kekuasaan-Nya dan Maha Tinggi Perkataan-Nya, akan menerangi pandangan para penguasa dunia sehingga ia akan melihat hakikat segal;a sesuatu, bersungguh-sungguh dalam menggapai kehidupan akhirat, dan berbuat baik kepada hamba-hamba Allah serta makhluk-Nya. Sesungguhnya ditengah-tengah makhluk terdapat berjuta-juta rakyat jika diperlakukan dengan adil maka mereka akan memberikan syafaat. Siapa saja dari kalangan orang-orang yang beriman, yang mendapatkan syafaat dari seluruh makhluk, maka pada Hari Kiamat dia akan selamat dari azab. Tetapi, jika dia menzalimi mereka, maka mereka semua akan memusuhinya. Urusannya akan hancur berantakkan. Jika pemberi syafaat menjadi musuhnya, maka urusannya akan menjadi tidak menentu. Sumber : Buku "ETIKA BERKUASA: Nasihat-nasihat Imam Al-Ghazali - Karya Imam Al-Ghazali. =====
Jadi, aku gak takut!  Kesian amat sih yang udah nuduh aku gak2 begituh? Si penuduh yang mestinya berpikir, apa dia sendiri udah siap kalo mati?  Ada2 ajah deh!
Naaaaahhhhhhhhhh........ ge-ernya aku kumat deh!  Secara, aku kan bukan dokter!  Tau ajah deh siapa yang aku maksud! Calon istri Pak Hidayat Nur Wahid yang insya Allah akan disunting tanggal 10 Mei 2008.   Barakallahu! Semoga pernikahan kedua ini akan menjadi keluarga SAMARA... amien... -dah, gitu ajah.gak panjang2.berita lengkapnya cari ajah di internet.hehehehe-
Suka aja sama lagunya, serasa mewakili kegetiran hati aku... Beneran, gak didramatisir kok! Rasanya pas... Ya kecuali bagian padang pasirnya..Hehehe..Soalnya belum pernah ke Mesir....
=== Desir pasir di padang tandus Segersang pemikiran hati Terkisah ku di antara cinta yang ruhwi Bila keyakinanku datang Kasih bukan sekadar cinta Pengorbanan cinta yang agung kupertaruhkan
Maafkan bila ku tak sempurna Cinta ini tak mungkin ku cegah Ayat-ayat cinta bercerita Cintaku padamu Bila bahagia mulai menyentuh Seakan ku bisa hidup lebih lama Namun harus kutinggalkan cinta Ketika ku bersujud
| Ayat Ayat Cinta | | Ost. Ayat-Ayat Cinta | | Rossa | |
| Start: | Feb 3, '08 03:00a | | End: | Feb 3, '08 10:00a | | Location: | di Mampang Indah II Depok |
Dzikir rutin bersama Ustadz Arifin Ilham
Eh, anak bunda udah gede ya? Gak berasa udah 25 bulan ajah! Perasaan baru kemaren deh Umar terbentuk di rahim bunda, tau2 sudah jadi cowok ganteng. Hehehehehe...
Kosa katanya makin banyak, nalarnya semakin terasah, motorik kasar dan halusnya makin terampil... Keren! Subhanallah!
Tetapi namanya anak usia batita, yaaa...soal temper tantrum sih biasa... Sabar2 ya, bunda! "Tanduk"nya jangan ikutan keluar.... xixixixixixi...
Cepatlah dewasa, kelak insya Allah engkau akan menjadi salah satu pasukan Imam Mahdi...
Teriring doa selalu...
Ketika malam beranjak larut dan hembusan nafasmu menggelitik jiwaku Mata terpejam dengan senyum manis berbingkai cinta menyapaku Dalam tidurmu, aku 'kan hadir membawa sejuta warna seluas cakrawala
Angin membawa wangi surga hingga bisa kucium dari jauh. Surga duniaku yang semesta.... Engkau hadir dengan segenap jiwaku dan melengkapi kehampaan yang nyaris tanpa makna Bisik lembut menyapaku setiap detik dalam perjalananku Meski tanpa hadirmu, kurasa kerinduan menggelayut di pundak kita
Aku tak pernah meminta balasmu karena memang tak perlu Aku akan memberi sebanyak kumampu Aku akan memohon pada awan untuk menaungi setiap langkahmu
Kutitipkan padaNya mataku agar Dia menjagamu... Selalu
Mujahid Kecilku, teruslah bernyanyi dan menari...
Dengan segenap cinta Bunda
===== from Teh Rien 4 Mujahid Kecil and me: ...swearing that we'll never ever part...
...I over what u cannot buy...
...devoted love until we die...
Capek! Itu yang terlintas pertama di benakku. Detilnya: Tanggal 5 Januari : Sempai (senior) kampusku nikah. Trus ada sodara jauh nikah juga. Brubung dengan sempai aku udah lama gak ketemu, aku lebih milih ketempat dia dulu (sekalian reunian ama temen2 laen). Sendiri ajah, soalnya ribet kalo bawa Umar. Tau sendiri dia itu super aktif dan selalu bikin lelah ortunya buat ngejar2 dia. Hehehehe... Gak ada yang istimewa hari itu. Hujan. Dan sebel karena berhubung aku numpang mobil orang laen, jadi gak bisa ikutan foto2 (dasar narsis! kekekeke). Pulang ke rumah, dihadang tugas bantuin bapaknya Umar untuk bikin roti. Qta mo dagang di Istiqlal. Tanggal 6 Januari : Dari 3 Subuh aku udah bangun (padahal baru tidur jam 11 malem)  dan siap2 ke Istiqlal. Bareng Umar dan bapaknya, tentu! Alhamdulillah, aku dapet undangan khusus untuk ikut dzikir nasional bersama bang Arifin Ilham. Dari siapa? Dari "kembaranku" mami Shella yang berbaik hati.  Hehehehe... Rencana mau coba kereta South Line (Depok-Manggarai) yang lanjut pake Blue Line (Manggarai-Kota). Sialan, karena salah info dari petugas KRL, aku pikir Blue Line beroperasi. Ternyata hari Ahad off. Kacau! Udah seneng2 pake South Line (dan Umar sangat nyaman memandang ke luar KRL tanpa debu), di Manggarai kayak orang bego terdampar. Ujung2nya pake KRL ekonomi juga berdesakan! Huh!  Sampe di masjid Istiqlal 7.45 pagi ( soryy ya mami Shella, Umar telat...  ), dan langsung ke masjid. Bapaknya Umar seh dagang di luar gerbang masjid. Seperti yang udah aku duga, pasti Umar mulai menebar pesonanya kepada para jamaah (terutama akhwat) di sana. *pingsan*  Haduh, Umar.... Untung kamu baru 2 tahun, jadi gak papa dicolek2 (apaan seh??) sama akhwat2.  Coba kalo kamu udah mengalami mimpi basah (banjir, maksud bunda?kekekeke), bisa2 kamu diusir sama panitia, nak! 
Umar sadar kamera
Bener2 gak bisa konsen dzikirnya. Setelah aku dan mami Shella terjangkit HIV ( Hasrat Ingin Vivis) dan mesti ngantri kayak uler, eh aku masih harus jaga Umar yang selalu lasak dan gak bisa diam. Coba ya, waktu mami Shella mengantuk, disenggol-senggol sama Umar ajah gak berkutik. Tidur apa pingsan sih, mam? Malah Umar gak ada capeknya. Bahkan nyaris hilang karena lolos dari pantauanku. Haiyah! Biasanya khusyuk berdzikir, sekarang khusyuk ngawasin Umar. Halaaahhhh....   Umar dan bunda
Selesai dzikir, aku bantuin suamiku untuk lanjutin dagang. Dari laporan dia, ternyata para pedagang diusir2  dengan kekerasan oleh pamong praja  Astaghfirullah! Kok bisa sih? Ya hasilnya, dagangan suamiku gak habis alias bersisa. Padahal waktu di At-Tiin, habis dalam sekejap karena satpam masjidnya baik2 dalam "mengusir" (Yalah, kan yang dateng ketua MPR gitu lho!). Di ambil hikmahnya ajah, pulang bisa bareng mami Shella dan ke ITC Depok deh. Wih, gempor bo!
 Aku dan suami punya 2 tanggal eniperseri alias milad nikah: satu tanggal hijriah dan satu tanggal masehi. paling berkesan sih tanggal hijriah, soalnya 2 hari jelang idul adha alias tanggal 7 Dzulhijjah 1423 H. Dan hari ini aku lagi mau sok romantisssss.....soalnya tanggal masehinya masih jauh...  Biar aja suamiku gak lihat aku nulis (download) hal2 beginian. Tapi tanpa ini pun dia tau kok aku cinta dia...hehehehe....  Love you so, honey...  Dengan cinta Allah, aku mencintaimu...
 Happy Milad, Dear...
Pagi tadi, ketika kau terbangun untuk shalat Subuh, kau bisikkan padaku, "An, aku sudah tua."
Sayang, kau belum setua itu kok... Bukankah banyak orang bilang 'Live Begin At Fourty' ? Jadi, nikmati saja hidup ini dan banyaklah bersyukur.
Cinta, ketika pertama kali bertemu kamu, tak pernah aku menyangka bahwa usiamu jauh di atasku. Namun kemudian aku tersadar bahwa sebenarnya inilah jawaban dari Allah atas doaku duapuluh tahun yang lalu:
"Allah, aku minta seorang suami di masa datang yang sayang aku. Usianya mesti lebih tua dariku 10 tahun, keturunan Cina, bisa bikin kue, berbintang Sagitarius, dan tentu saja beragama Islam."
Nah kan? Kamulah yang Allah kirim, Sayang...
Dan ketika Allah mengikat janji kita di hadapanNya, aku pun berjanji kepadamu bahwa aku akan selalu berada di sampingmu. Insya Allah.
Di usiamu kini, semoga Allah memberkahimu dan tetap melindungimu. Sehatlah selalu. Tetap menjadi ayah kebanggaan anak2 dan kebanggaanku juga.
Maaf aku tak bisa memberimu hadiah benda yang mewah atau makan malam yang romantis. Hanya harapan dan doa yang selalu menyertaimu setiap saat.
Maaf aku tak pandai melukiskan kata yang indah untukmu, karena engkau pun sudah indah bagiku...
untuk : DK, suami, kekasih, sahabat, kakak, teman, imam, dan ayah yang hebat!
HAPPY MILAD, MUJAHID!!!
Hari ini, tepat 2 tahun yang lalu pukul 02.24 WIB, ketika hujan rintik2 membasahi bumi... Tangis pertamamu pecah membelah kesunyian dini hari. Segera ayahanda membisikkan adzan dan iqomat dengan harapan kalimatuLlah itu yang kau dengar pertama kali.
Dengan penuh rasa syukur, teriring doa dan harapan yang membuncah... Kami namai engkau
UMAR RIZQI MUSTHAFA
Yaa mujahid kecil... Dengan nama yang sama dengan salah seorang sahabat terbaik Rasul, kami berharap engkau kelak meneladani sayyidina Umar ra. Engkau adalah hadiah terindah dari Sang Pemberi Hidup, semoga rezeki mengalir penuh berkah padamu. Bukan tanpa maksud dan tanpa rencana, Sang Pencinta memilihkan bunda dan bapak sebagai orangtuamu dan menjadikanmu anak yang terpilih untuk kami.
Semoga kelak, dengan bimbingan kami, orang2 yang mencintai dan mengasihimu, engkau akan menjadi manusia tangguh, cerdas, berakhlak mulia, dan berguna bagi dien dan masyarakat.
Ingatlah selalu, Nak: 1. Hanya Allah swt. tujuanmu 2. Hanya Rasulullah saw. tauladanmu 3. Hanya al-Quran pedomanmu 4. Hanya jihad jalan hidupmu 5. Hanya kesyahidan cita-citamu
Teruslah tumbuh dan berkembang... Jalan di depan tak selamanya mulus. Rintangan akan selalu menyapamu. Godaan mengintaimu setiap saat. Namun yakinlah, bunda dan bapak akan selalu menyertai setiap langkahmu... Insya Allah...
| |