An's posts with tag: aku
Sakitnya sekujur tubuh ini, Rabb... Nyerinya segenggam hatiku, Rabb... Lelahnya jiwa ini melangkah, Rabb...
Jikalau memang Kau membari ujian hanya sebatas kemampuan hambaMu... Inilah batasku, Rabb... Dengan seluruh yang kupunya...
Segala kehinaanku Segala kelemahanku Segala kekuranganku Segala keburukanku Segala yang tak bernilai di hadapanMu...
Rabb... Aku sungguh lelah... Ijinkan hanya saat ini kubersandar pada cintaMu Setelah itu, kuserahkan semua padaMu...
Mau pindah neh! Lingkungan tempat tinggal sekarang makin gak kondusif buat Umar   Tapi aku pengennya masih di Depok (fans berat kota Depok!  ) dan lebih khususnya, CINERE. Lebih oke lagi kalau sekitar Raya Cinere.... (bawel dah!)... Tipe 45 - 60 dah... Yang mungil2 ajahlah....  Dan range harganya Rp150 - 200 jutaan ajah...Ada gak yaaaaaa?????   Plzzzzzzzz............
Just Before (I Was Gonna Say I Love You)
And I recall the night when my heart was shattered in two It took me so long to find my thoughts, express it to you I'd waited all my life thinking love would never come my way Then right before my eyes you killed my dreams with what you had to say And it took me some time to find the words but I didn't get the chance to be heard, You told me Chorus: Just before I was about to say that I need you Just before I was about to show my heart was true You said that you were seeing another love Someone you'd been dreaming of All this time I never knew You told me just before, just before, just before I was gonna say I love you All in one moment I lost visions of heaven to be I said to myself I was happier being lonely 'Cause love is the most pain I've ever felt My heart is aching and my soul just melts chorus And it took me some time to find the words but I didn't get the chance to be heard, You told me chorus (Tommy Page)
Basi banget deh! BBM naik, langsung pada latah naikin harga...  Sebel! Angkot2 di Depok udah pada naek tepat sehari setelah BBM naik. Ada yang naik 500 perak, dan ada yang tega langsung 1000..  Pagi ini lebih menyedihkan, alih2 mau naik patas AC 102 untuk tau harga barunya, aku udah langsung tekor 2000 perak! Dari ongkos 5000 sekarang jadi 7000. Syebeeeelll.....  Apa artinya dong gaji yang aku terima....??? Gak bisa naik dalamw aktu dekat.. Huhuhuhuhu..... Masa iya kerja cuman abis di ongkos??? Lha?  Capek deh sama pemerintah... Percuma ya demo juga, gak didengerin sih.. Aspirasi rakyat gak ditampung.. Cuman dilempar ke tempat sampah...  ya sudahlah.... Tapiiiiiiiiiiiiiiiii............. jualan rotiku gimana dong? Mau naekin harga, karena bahan2 naeknya gila2n.... Gak tega sama calon pembeli. Tapi gak dinaekin, aku nombok dong...Serba salah!!!
Sungguh, Allah Maha Segalanya. Mengatur dengan sangat indah segala rencanaNya. Cerita pagi ini begitu indah... ======= Jam yang kulihat di terminal Depok menunjukkan 05.24 WIB. Aku bergegas menaiki angkot 04 jurusan Depok TImur-Pasar Minggu. Masih kosong. Tepat di belakangku seorang ibu yang kutaksir usianya sekitar 65 tahun keatas. Beliau duduk di sebelahku. "Ini ke Pasar Minggu kan, neng?" tanyanya tiba-tiba. Aku mengangguk. Kemudian, ibu itu langsung membuka percakapan. Mengalir begitu cepat. Apakah terbayang yang pertama kali beliau ceritakan? Tepatnya, beliau kritik? JILBABKU!  Halah... Jadi gini, biasanya aku pakai jilbab itu kan yang model instant dan so pasti menutupi jilbab dong. Tapi hari ini aku pakai jilbab segi empat dan dengan model Inneke Koesheawaty (bayangin ajah sendiri!). Si ibu (aku kurang dengar ia menyebut namanya. Asri? Asih? Asti? ) mengkritik gaya berjilbabku. AKu mesem. "Maaf lho, neng. Si nenek ini mah cuma kasih tau ajah. Didengerin sukur, enggak ya udah." Duh, telak deh!  "Sebagai sesama mukmin kita harus saling mengingatkan ya? Sudah bagus kok neng mau berjilbab. Tapi tolong diubah modelnya. Kasian kan mama?" Aku mengangguk lemah. Akku menceritakan bahwa mama sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Ada kisah unik yang beliau ceritakan padaku: "Saya sedang mengantri daftar di RSPP, ada seorang ibu dan anak perempuannya. Si ibu berjilbab sementara si anak 'telanjang' alias berpakaian minim sekali. Ketika nama si ibu dipanggil, si anak yagn maju. Karena meja registrasi cukup tinggi, maka terlihatlah pinggul dan pinggang si anak dengan jelas. Saya bergegas kenghampiri seorang cleaning service dan berbisik,'Kamu saya kasih rokok sebungkus kalau mau sentuh pinggang perempuan itu' . Awalnya si claning service ogah, tapi saya paksa. Kemudian ketika si clanign service mendekat dan hendak menyentuh anak itu, si anak perempuan itu marah. Saya bilang, 'Jangan marah! Kan apa-apa yang terlihat boleh dipegang!' Ibunya si perempuan itu lari karena malu." Si ibu tergelak saat cerita. Aku geleng-geleng kepala karena kenekatannya. Beliau bertanya, "Coba tebak, saya sakit apa?" Aku menggeleng sambil nyengir. "Saya sakit kanker ganas lho! Nih, dua-duanya sudah diangkat," sambil menunjuk ke arah dadanya.  Aku kaget 1/2 mati. Kanker Payudara? Ya Rabb! Sakit seperti itu tapi mau ke RSPP sendirian?????? Seolah mengerti apa ayng kupikirkan, "Si nenek ini gak mau dianter2anter. Gak mau ngerepotin orang. Waktu lagi dirawat ajah, baru selesai operasi udah jalan ke wc sendirian. Suster sama doketer sampe stress (si ibu terkekeh). 'Ibu, koks endirian? Kan ibu baru operasi besar!' Hehehe, protes. Biarin, masih bisa jalan sendiri kok!" Aku tergelak. Walaaaahhhhh..... "Ibu gak pernah minum obat yang dokter kasih dari RSPP. Kenapa? Obat itu racun kan? Ibu hanya minum air putih berisi doa ayat Kursi dan al-Ma'tsurat.Obatnya di kemanain? Ibu kasih ke pasien lain yang membutuhkan obat2 mahal itu." Aku tercenung. Waduh, subhanallah! "Kapan ibu operasi?" tanyaku penuh minat. "Tahun 86. Udah lama kan? Gak keliatan sakit ya?Hehehehe..." Ya Allah, aku masih te-ka!  "Ibu pasien luar di RSPP? Atau dulu karyawan Pertamina?" "Dulu ya, karyawan Pertamina di By Pass." "Oh ya? Kapan ibu pensiun?" "Tahun 95." "Mama saya MPP tahun 98, kemudian meninggal." "Nah, sudah membalas jasa mama belum?" Aku menggeleng lemah. "Kalau begitu, ini pesan si nenek tua nih: hidup kita sebagai seorang muslimah ada tiga, neng. Inget ya? Kita sebagai istri, kita sebagai ibu, dan kita sebagai muslimah." Aku menangguk sambil tersenyum mantap. "Hafal ayat Kursi?" tanya ibu sambil mendelik lucu. "Iya dong, Bu!" "Bagus. Kirain gak hafal (walah!).... Ingat, baca ayat Kursi setiap mau naik angkot 3x dalam satu nafas. Setiap mau tidur, dan setiap mau masuk ruangan kantor. Ingat itu, neng!" Aku menahan nafas. Oke, aku catat dalam hatiku. Nasihat yang kudu diingat. "Mau ke mana?" "Kerja bu." "Di mana?" "Di Dukuh Atas." "Kerja yang bener ya? Ngelewatin Hotel Indonesia? Eh, gak ya? Duh, HI itu dulu kebanggaan kita lho! Kan banyak sejarahnya. Oh iya, sudah punya anak? Berapa?" "Sudah bu. Dua." "Didiklah yang benar ya? Jangan sekali-kali bilang kata JANGAN. Dekati dia dan nasihati baik2. Mendidik anak itu gak gampang lho. Ingat, anak bukan jajahan kita. Mereka titipan Allah. Apa hak kita larang2 kalau mereka mau belajar? Tetapi kalau salah, dinasehati. Eh, neng gak usah bingung. Atau malah dalam hati ngomong, 'mimpi apa ya semalam ketemu nenek2 bawel'?" Beliau terkekeh. "Gak bu, malah saya terima kasih dinasehati seperti ini. Bermanfaat," aku tersenyum. "Satu hal lagi nih. Inget ya, direnungi, diamalkan. Ada tiga hal pesan si nenek tua nih sama neng: JUJUR, DISIPLIN, dan TANGGUNG JAWAB. Jangan lupa itu ya? Salah satu gak ada ya sama aja bohong. Eh ya ketinggalan, SABAR. Bersabar dalam menghadapi segala cobaan. Inget lho, tingkat keimanan seseorang itu ada tujuh. Setiap kita mau naik tingkat, pasti ada cobaannya. Tapi pasti ada jalan! Percaya sama nenek tua ini! Jangan pernah takut." Beliau tersenyum kepadaku dengan tatapan yang sungguh menenangkan. "Terima kasih bu atas nasihatnya." "Turun di mana? Komplek ya? Ibu naik 614 nih! Neng naik apa?" "Saya naik 640 bu. Kita turun bareng." ===== Setelah turun, kami berpisah. Si ibu kebelet mau nyari wc, sementara aku bergegas mengejar 640. Nyesel gak minta  nomer teleponnya. Nyesel gak ngasih kartu nama. Nyesel gak tunggu beliau sampe selesai menuntaskan hajatnya. Yah, An! Nyesel mah belakangan!  Tapi aku sungguh berterima kasih pada Allah yang menitipkan  cintaNya melalui ibu tadi. Sebenarnya sih ceritanya panjang dan penuh ngalor ngidul... Tapi poin2 di atas sungguh membekas... Semoga bermanfaat buat yang baca.... 
 Pengeeeeennnnnn banget punya kamera  lagi setelah kamera yang kupunya rusak... Soalnya banyak momen indah yang terlewatkan dengan sia2.... Terutama ayng paling kusesalkan adalah momen kelahiran Umar.... Kemudian milad pertama dan kedua Umar.. Ditambah lagi setiap acara kopdar dengan sahabat2 baru, meet n greet dengan penulis2 favorit (huuuuuuhhhhhuuuuu)    Setiap mau ada acara bagus, mesti deh pontang panting pinjem kamera..... Kebanyakan sih hasilnya nihil  .... Begitu juga dengan laptop (kenapa mesti laptop? Bukan PC? Karena Laptop lebih hemat energi, tauk!).... Banyak undangan menulis bersama yang selalu aku lewatkan karena gak ada akses mengetik... Di kantor? Halah, mau dipecat? Di rental? Tekor, mak!  Ya Allah... mudahkan jalan hambaMu yang dhoif ini dalam menjemput rezekiMu agar dapat membeli 2 benda itu....  amien....
Jika aku bertanya pada Allah, "Rabb, mengapa harus aku yang mengalaminya?"
Aku merasa Allah menjawabnya,"Karena Aku mencintaimu!"
Maka, aku selalu menantikan bukti cintaNya setiap saat....
 | Satu Hal | Apr 29, '08 11:18 PM for everyone |
Akhir2 ini postingaku irit huruf.... Soalnya lagi sakti kepala, jadi males mau mikir macem2... ==================== Satu hal yang sedang dalam pikiran dan hatiku: aku gak takut kehilangan yang pernah aku terima, aku hanya takut Allah meninggalkanku. Itu ajah!
Selama Allah bersamaku, apa yang aku takutkan? Kehilangan semua ciptaanNya? Kehilangan cinta Allah lebih menakutkan buatku.
Wedew.... Kek judul pelem holiwud ajah deh!  Mangnye aku mau nulis apaan sih? Gak tau ya, semenjak miladku yang baru berlalu itu, perasaanku selalu mendadak sensitif. Super sensi! Gak ngerti juga? Sama!  Ada rasa jenuh, rasa sakit, rasa sedih, rasa bersalah, rasa gelisah... Gak menentu. Belum selesai dengan perasaan aneh itu, sakit kepala menambah bingung aku. Beuh... Perasaanku berkata bahwa... Akan terjadi sesuatu... entah apa dan entah kapan... Entah bagaimana.... Sulit aku menjelaskannya. Coba nanti kalau semua sudah terkuak, tanpa perlu aku bersuara, alam telah mengatakannya pada semua. Beuh, bingung!
Tauk neh bawaannya sensitif... Mendadak cengeng... Mendadak manja... Gawatnya lagi aku merasa lagi futur. Lagi deeper underground... Muales sangadddd.... Shalat ajah ntar2 mulu sampe kadang waktunya mepet mau abis baru shalat...  Setannya lagi sadis menggoda imanku neh...  Hix.... Hixx.... Mendadak dangdut (lho?) karena jayussss..... Sampe diledekin beberapa temen blogger, "Norak lu!"  Udah ah! Keterusan centilnya!
Untuk teman2 yang baru pertama kali kenal denganku, mungkin melihatku seperti ini: 1.Cuek 2.Slebor 3.Lugas 4.Apa adanya Kemudian kali kedua, kali ketiga, dan kali keempat... Mulai melihat seperti ini: 1. Galak 2. Keras 3. Emosian 4. Judes Beberapa mungkin ada yang shock, tapi ada juga yang menganggap semua itu biasa. Nah, buat yang shock ini nih yang agak bikin aku gregetan. Ada yang langsung membenciku dan gak mau kenal lagi, ada yang meledekku (maksudnya menghiburku kalau aku tersulut amarah), ada pula yang cuek.  Tapi aku maklum. Namanya manusia beda2. Wong kakak2 kembarku ajah bedanya kek utara dan selatan! Karena aku banyak mengenal orang beserta karakternya, maka aku memutuskan untuk : 5 ME : Kunci Pergaulan (Aa Gym)
1. Mengenal 2. Memahami 3. Memaklumi 4. Mengalah 5. Memaafkan
Dan alhamdulillah, semua tahapan insya Allah sudah aku jalankan dalam mengenal karakter teman2ku. Itu sebabnya aku gak pernah sakit hati dan marah berkepanjangan kalau ada yang menyinggungku. Awalnya mungkin aku akan tersulut emosi, tapi itu paling hanya bertahan 2 jam.... Itu pun aku rasa udah kelamaan. Forgive and Forget... Hanya itu rumus andalanku. Itu sebabnya aku banyak teman  Maaf bila selama kita kenal, aku kurang sopan dalam berkata dan bertindak... Maaf bila pernah menyinggung perasaan...  Terima kasih sudah mau menjadi temanku. Terima kasih sudah mau menjadi saudara baruku. Terima kasih untuk menerimaku apa adanya 
Banyak buku bagus tapi gak ada dana buat beli...   -dah, gituh doang kok curhatannya-
Iye, kalo naik kendaraan umum,semua bangku penuh, tinggal tersisa di sebelah supir. Yawdah, terpaksa, dari pada gak duduk? Secara kaki kananku kan emang sedikit gak normal, jadi gak kuat berdiri lama2. Syukur kalo dapet sebelah supir, pas selama aku di kendaraan desye gak ngerokok... Kalo ya?  sengsaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa............... Otomatis lah aku langsung batuk dan nyesek! Kalo tuh sopir PINTER, pas nyadar dong dan buru2 matiin rokoknya. Tapi kalo gak yaaa....  Buat para sopir kendaraan umum (plus keneknya), plis deh jangan ngerokok di tempat umum. Tahan sebentar napah? Kalo udah sampe terminal, sambil ngaso di warung kan bisa? Jangan bikin orang sakit! Sebelum kau bunuh para penumpangmu dengan asap rokokmu, bunuhlah dirimu sendiri! Bweh! Oh ya, juga para penumpang yang pada gak tau diri! Kalian juga termasuk! Jangan bunuh kami dengan asap rokokmu. Sebagai perokok pasif, resiko yang aku terima JAUH lebih gede daripada kalian hai para perokok aktif! -back to work!-
Bos ngerekrut pendatang baru. Tentu saja nihonjin! Bete! Cant speak Indonesian pulak!   Bakalan tambah bete.... Yawdah gak papah... Eits, tunggu! Desye itu onna no hito dan bakalan ditempatkan di sebelahku...!!!!  Gubraksssss..... Keknya keputusan cari kerja baru harus diprioritaskan.... TAPIIIII.. Cari kantor yang tetep bisa ngeblog!   Wakakakakakakak....*kabur* Jadi? BUat apa pusing? Sementara ini, biarlah seperti ini, beib! Sabarrrrr......
Huwaaaaaaaaaaaaa.....................  Gara2 TIDAK DISEJAHTERAKAN niyyy..... Aku dan temen2 kompakan mau berhenti dari tempat kerja sekarang.. Stress bowwww.. Gaji yang minim sekaleeeee  dan semua pendapat karyawan tidak pernah dihargai.... Janji mulu mau mensejahterakan karyawan... Salut  deh buat satu temenku yang udah berhenti! Ikuuuuuuuttttt..... (ada yang mau nawarin kerja buatku???   )
 Aku gak ngerti mesti nangis, seneng, marah,kecewa, bahagia atau gimana ya? Pertama, masalah sama si bos neh! Mau ada  pesta di salah satu hotel berbintang di pusat Jakarta ini. Gile, yang bakalan diundang itu para big boss, president PT2 gede... Dahsyatnya... Tapi memang hanya private party. Meski begitu, undangan kudu yang oke dong. Petinggi perusahaan dan hotel internasional bo! Jadi dinner buffet dan undangan juga kudu oke kan? Ini menyangkut nama kantor aku dong? TAPI... Waktu aku kros cek ama keuangan, masa sih bos maunya menu set yang paling murah? What????  Udah gitu, aku kan kasih tau dong contoh undangan yang oke, murah meriah tapi keren. Satu lembar undangan Rp.15,000 itu udah aku diskon dari harga aslinya Rp17,500 lho... Ya karena aku pikir kan hey... Ini acara penting bo! TAPI (lagi) bos aku malah cari undangan yang satu lembarnya Rp4,000 ????? Gila! Bener2 gak masuk akal!!! Ini menyangkut nama baik dan reputasi kantor bo!!! Gilingan kali bos aku ya? Ngirit sih ngirit... Tapi masa iya seperti itu caranya??? Waduh, aku yang stress neh kalo gini... (Kenapa juga aku mikir kalo aku malu ya nanti jika harus berhadapan dengan klien2 kantor??)  Kedua... Yang kedua ini... Nantilah aku ceritakan.. Enaknya dibuat tulisan lagi neh... Kirim ke mana ya? Ada yang bersedia tampung? Heheheheh APDET tanggal 3 April 2008:Akhirnya bos aku memilih undangan yang satu setnya @ Rp5,500 !!!!!! Coba bayangkan!!!! Terang2an nolak quotation yang udah dibikin rekanan aku demi undangan murahan itu...Bweeeehhh... GAK BAKALAN DATENG DAH! Aku yang malu sama klien... Lucu ya? Bos yang buat undangan, aku yang malu....  Sudahlah, mari kembali bekerja... (Sssttt.... Lagian menu makanannya non halal semua, jadi emang gak ngaruh...Hehehehehehe)
Semua orang mengenalku dengan nama Diana. Atau An. Atau Andiana. Aku yang meminta mereka menanggilku demikian. Awalnya, aku mau dipanggil Diana. Satu hal, karena almarhum bapakku pernah nge-fans berat sama Lady Di. *tepok-tepok jidat* Ya, sainganku berat bener? Tapi bapak bilang, agar aku bisa secantik Lady Di. Ogah...Nama panggilanku dari kecil "An-an". Malah kadang Anci alias anak cina. Mungkin karena sewaktu kecil, mataku sipit banget dan kulitku putih..tih... (Kalo kata temenku, kulit susu..bweeehh...) Sekarang, aku dipanggil An Diana... Sekalian dobel deh, biar gak keder. Yang pasti jangan dipanggil Diana, pasaran!!! Nama belakangmu???  Siti Khadijah.  Indah kan? Seperti kata Teh Rien, "Ya udah saya panggil kamu khadijah ya...Nama itu lebih keren buat teteh." Aku bingung mau jawab apa... Aku justru merasa terbebani dengan nama itu. Aku merasa sangat jauh bila dibandingkan dengan Ummul Mukminin terserbut. Beliau tak akan pernah bisa terkejar olehku. Membaca referensi tentang beliau di http://www.ummigroup.co.id//?pilih=lihat&id=16 membuatku semakin terpojok... Keagungan seorang Khadijah, istri tercinta Rasulullah... Aku merasa semakin tak pantas menyandang nama itu...  Berat nian... Tetapi, setidaknya, aku merasa ada semacam 'pagar' yang membatasiku, membantuku agar tetap di jalan yang benar (maksudnyaaaa  ), dan selalu introspeksi... Jadi, ya aku mohon tetap panggil aku An saja agar aku tidak semakin terbebani... Allah, ampuni hamba bila belum bisa meneladani sedikitpun sosok Khadijah binti Khuwailid.... Coba lihat juga di sini: http://romanpicisan.blogspot.com/2007/11/just-ordinary-me.html
Ya amplop! Judulnya gak ku-ku!!!  Jadi mau ketawa tapi prihatin sama kejadian tadi malem. Begini... Ehm... Sudah sebulan ini kalau pulang kantor, aku rajin banget naik mobil karyawan sebuah departemen di Jakarta Pusat. Lumayan, dengan uang goceng bisa sampe deket rumah, tinggal terusin jalan dikit. Tapi pengorbanannya gede juga sih. Mesti pulang tenggo (dan untuk itu mesti mesem2 asem deh ama bos  ) dan nunggunya jauh juga ampe nyaris halte deket stasiun Sudirman. Demi! Hehehehe... Nah, kemarin sore, aku pulang tuh lumayan cepet juga dan mobilnya gak gitu penuh. Dengan suka cita aku naik dan duduk dekat pintu. Selanjutnya? Tidur! Capek bo! Ketika di tengah jalan tol, kok aku merasa ada yang gak beres dengan mobil itu?  Aku bangun dengan mata berat dan kepala pusing. Lagi enak2 tidur gitu lho! Mbak yang duduk di sebelahku bisik2, "Jangan2 mogok, nih! Kemarin saya naik ini juga, di tol Rambutan udah maju mundur." Aku nyengir. Taon lalu juga waktu naek mobil itu pas Ramadhan, pernah mogok di Lenteng Agung. Jadi aku pikir ya tinggal nyambung naek angkutan umum. Tapi o'owww... Ini kan di tengah jalan tol, An!!! Lu mau nyambung pake truk gandeng????Aku mulai mengerahkan semua kesadaran. Aku lihat kanan kiri. Mbak yang di sebelahku mulai senewen. "Mbak, ini daerah mana ya?" "Oh, deket pintu tol Taman Mini. Kenapa? Mbak pulang kemana?" tanyaku sok kalem. "Ke Tanjung Barat. Sebenernya sih ke Kebagusan. Tapi kalo naek mobil ini turunnya di Tanjung Barat." Dan apa yang kita takutkan terbukti, sodara2!!! Hey, ini  berapa??? Udah adzan Isya! Mobil udah mogok 4 kali dan aku masih gak bergeming untuk turun. Padahal mah hati kecil udah berontak. Turun!! Turun!!! Pindah!!! Naik angkot ajah!!! Duile, ini tol, bo! Gimana caranya??? Akhirnya aku dan mbak di sebelahku (namanya ternyata Mauna) memutuskan turun ketika mobil mogok yang ke-5 kalinya. Apes! Lumayan jauh udah lewat pintu tol Taman Mini. Tapi dari pada kayak orang bego gak keruan, kami berdua memutuskan balik arah dengan berjalan menembus gelapnya malam dan kencangnya angin berhembus (kyaaa...gak ku-ku itu bahasanya!!!) Untungnya gak ujan!  Jadi gak terlalu ribet bin repot...Meski yaaa...Jadinya kayak orang turun dari sawah. Soalnya aku pakai sendal jepit dan menerjang (gila tuh nyomot dari mana bahasanya!) jalanan becek! Kami memutuskan mampir di Tamini Square karena mbak Mauna mencari ATM untuk ambil uang. Dia memutuskan untuk naik taksi aja karena gak tau daerah Taman Mini. AKu? Hohohoho.. Taman Mini mah deket dari rumah almarhum bapak, kalo ada apa2 tinggal lari ke Pondok Gede..Kekekekekekekke.....  Akhirnya kita pulang naik taksi dan aku turun di Tanjung Barat untuk nyambung pake angkot T19. Celana panjangku bagian bawah warnanya udah coklat kena tanah...Bener2 dari sawah ya bu? Iye, sawah tol!!! Sampai di rumah, minum teh hangat dan makan nasi plus sayur padang bersantan (gak pake dagingnya, mahal!!!  ). Takut masuk angin! Tadinya mau minta dipijitin sama suami, tapi desye udah ngantuk. Ya udah, akhirnya aku tidur dengan kepala pening. Lagian kesian juga desye siangnya udah pergi bayar tunggakan PLN dan telepon ke Depok 2, jadi kecapekan juga...  biar capeknya ilang... Hadoooohhh.... Jadi rada2 trauma neh kalo mogok di tol lageee......
Tanggal 25 Feb 08 di Rumah Cahaya Depok 2, ada pelatihan BATRE pertemuan ke-2. Kali ini bintang tamunya bang Zaenal Radar. Wait…. Keknya pernah denger… Atau pernah ketemu? Ketemu sih gak pernah.. Kalau denger namanya.. Bang, ikutan milis naratamatv gak seh? Tema yang dibahas kali ini mengenai skenario. Entah itu untuk sinetron ataupun film. Ketika ditanya apakah semua peserta ada yang pernah nulis skenario? Gak ada yang jawab. Padahal aku mau jawab. Tapi aku malu. Aku pernah buat 2 skenario dan 2-2nya ditayangkan. Yang satu diambil honornya, yang satu lagi gak. Ah, buat apa aku sombong pernah nulis skenario? Kalau dong dibandingkan sama bang Zaenal… Kalah set! Pe-ernya pun suruh nulis skenario. Waktunya 2 minggu. Aku gak perlu nulis. Tinggal print out yang ada di data base… Hehehehe… Kalau aku ada notebook atau PC di rumah, aku mau tuh nekunin bidang skenario. Tapi yaaa… Cuman mimpi! Dah ah, back to the real world!
| |